Pagebluk dan Respon Kader-Kader Pencerah

Selasa, 24 Nov 2020 | 13:11:07 WIB - Oleh Humas RS PKU Muhammadiyah Wonosobo


Pagebluk dan Respon Kader-Kader Pencerah

 Tahun 1911 Muhammadiyah berdiri, gelegak membangun masyarakat utama benar-benar berkobar, dimana mana di dirikan afdeling (cabang) Muhammadiyah.

Tahun 1910 terjadi gagal panen dan pemerintah kolonial Hindia Belanda mengimpor beras dari Burma (Myanmar). Kapal pembawa beras untuk pertama kalinya merapat di Tanjung Perak. Ternyata selain mendarat kan berkarung karung beras, beserta kapal itu mendarat pula tikus dan pes, ya wabah pes kemudian menjalar dengan cepat ke daerah dingin Malang. 

Sempat di lakukan lock down terhadap kota itu, bahkan masuk dan keluar kota dibawah acungan senjata, akan tetapi kepentingan para pengusaha tebu akan tenaga kerja mengalahkan kepentingan akan kesehatan, pes merebak warga (terutama pribumi) bertumbangan. 

Wabah pes waktu itu belum menunjukkan tanda tanda menurun kurvanya, ditambah masih berkembangnya virus cacar yang sebelumnya memang telah menjadi horor di pulau Jawa. Akan tetapi tahun 1918 pandemi Spain Flu (Flu Spanyol) masuk Indonesia dan menambah nambah kondisi menjadi makin mengkhawatirkan, JAMAN PAGEBLUK demikian para orang tua-tua menceritakan. 

Kader kader Muhammadiyah muda yang dipelopori Kyai Sujak memang telah memiliki visi besar untuk membuat rumah sakit-rumah sakit Muhammadiyah. Visi besar itu bahkan telah disampaikan ditengah tengah pelantikan pengurus di tahun 1911 itu, meskipun hampir semua hadirin skeptis mengingat dalam masa itu sangat jarang ada dokter dari kalangan pribumi apalagi dokter dari kalangan muslim santri (sekolah STOVIA baru saja dibuka untuk pribumi karena politik etis ). 

Akan tetapi, di tengah situasi pandemik seperti itu kader kader muda Muhammadiyah bergerak, berkiprah dengan kerja kerja sosial, santunan santunan bahkan melintasi wilayah meski dalam keterbatasan. Aksi aksi sosial dan kesehatan itu dilakukan para kader Muhammadiyah karena situasi yang membangkitkan kesadaran terpampang di depan mata. Dokter dokter dan perawat Belanda ciut nyali dan nggak mau menolong orang orang pribumi. Karena itulah mereka menurunkan dokter dokter muda pribumi untuk membantu menanggulangi penyakit penyakit tersebut. 

Kerelawanan dan kepeloporan anak anak muda tercerahkan membantu menjadi relawan dan mengirimkan bantuan bantuan itulah yang  menginspirasi Muhammadiyah Surabaya membangun sebuah Poliklinik. 

Dalam pembukaan Poliklinik pada hari Ahad, 14 September 1924 itu, juga dihadiri oleh perwakilan Pengurus Besar Muhammadiyah Haji Soedja’ dan Ki Bagus Hadikoesoemo. Pada kesempatan itu dr Soetomo, diamanahi untuk memberi sambutan kepada pada undangan sekaligus memperkenalkan pergerakan Muhammadiyah Surabaya. Beliau mengenalkan Muhammadiyah sebagai pergerakan yang di jiwai cinta kasih kepada Allah, Rasulullah dan tercermin pada cinta kasih sayang pengikutnya kepada sesama manusia dan dunia. Dalam pidato tersebut beliau meletakkan Muhammadiyah secara diametral berseberangan dengan darwinisme yang lahir dari pemikiran struggle for the fittes yang dalam bahasa dr Sutomo "berasas peperangan hidup". Beliau juga mengenalkan kiprah Muhammadiyah mendirikan sekolah dan gerakan kepanduan Hizbul Wathan yang berkiprah menjadi relawan di banyak tempat. Respon para kader kader yang tercerahkan inilah yang pada 1938 melahirkan Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) yang kemudian tumbuh menjadi jaringan rumah sakit Muhammadiyah yang demikian banyak dan demikian besar memberikan manfaat kepada umat kepada masyarakat. 

Tahun 1919, pes mendarat di Tanjung Mas Semarang dan merebak menjadi pandemi dengan Wonosobo yang dingin menjadi centrum nya di Jawa Tengah, 

Hari ini, sejarah berulang bahkan tempat nya pun kurang lebih sama. Tempat yang digunakan untuk karantina covid 19 di SKB Pagude hari ini, adalah tempat yang dipakai karantina pes satu abad berselang.

Jika kader kader tercerahkan seabad silam mampu membangun amal sholeh justru dari terpaan badai pandemi, maka InsyaAllah kader kader Muhammadiyah milenial mampu memacu diri untuk berkiprah menjadi penolong umat. Amin amin ya rabbal'alamien

Oleh : Saat Suharto Amjad



Jumat, 06 Mar 2020, 13:11:07 WIB Oleh : Humas RS PKU Muhammadiyah Wonosobo 3038 View
RS PKU Muhammadiyah Wonosobo menjadi salah satu dari Muhammadiyah COVID-19 Command Center
Kamis, 12 Sep 2019, 13:11:07 WIB Oleh : Humas RS PKU Muhammadiyah Wonosobo 1506 View
Silahturrahim untuk Meningkatkan Ukhuwah dalam Berkolaborasi dan Bersinergi antar RSMA

Tuliskan Komentar