RS PKU Muhammadiyah Wonosobo : Rumah Sakit Ketiga di Indonesia yang Melakukan Sertifikasi Syariah oleh DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia)

Selasa, 27 Februari 2018 atau bertepatan dengan tanggal 11 Jumadil Akhir 1439 H; RS PKU Muhammadiyah Wonosobo telah melaksanakan Sertifikasi Rumah Sakit Syariah oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Sertifikasi tersebut di nilai oleh Bapak DR. Moch. Bukhori Muslim, Lc, MA, Bapak Abdul Mughni, Lc, MA dan dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS selaku tim Audit dari DSN-MUI.
Mukisi (Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia) telah mengawali proses penyusunan Sertifikasi Rumah Sakit Syariah dengan DSN-MUI. Berbagai macam perangkat dalam persiapan sertifikasi rumah sakit syariah telah diterbitkan dalam fatwa DSN-MUI No. 107/DSN-MUI/X/2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Berdasarkan Prinsip Syariah, Kode Etik Rumah Sakit Syariah, Kode Etik Dokter di Rumah Sakit Syariah, Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit Syariah dan Pedoman Panduan lainnya dalam rangka menuju Rumah Sakit Syariah.

“Kalau ada orang yang bilang tentang Rumah Sakit Syariah, hanya pertama (penetapan standar syariah) di dunia, nomor satu RS Sultan Agung, nomor dua RS Nur Hidayah, Nomor Tiga InsyaAllah RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Dalam perumusan standar itu sendiri kami membutuhkan waktu yang tidak sebentar, berpuluh-puluh kali DSN-MUI melakukan pertemuan dengan Mukisi. Dan standar syariah yang diadopsi dari Standar KARS ini merupakan satu-satunya di dunia. Indonesia patut berbangga” Aku Dr. Moch. Bukhori, Lc, MA.

Sertifikasi syariah mempunyai value yang sangat besar dan merupakan salah satu investasi dari rumah sakit. Standarisasi yang telah ditetapkan dapat digunakan untuk peningkatan mutu, menilai dan mengukur kualitas pelayanan serta membangun rumah sakit secara holistik dan kolaboratif sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dalam keberkahan.
Harapannya, Rumah Sakit dapat memberikan jaminan akan adanya pelayanan sesuai syariah, penyelamatan akidah Islam dan penerapan manajemen berbasis syariah. Dalam sertifikasi syariah, rumah sakit dituntut untuk mampu memberikan pelayanan yang bermutu dan memenuhi standar keselamatan pasien dalam perspektif fisik, psikis maupun spritual dengan disertai semangat dakwah Islam.

Hasil yang diperoleh dari Tim Auditor DSN-MUI kemudian akan dirapatkan kembali di Kantor Pusat DSN-MUI untuk memperoleh final decision terkait pencapaian dari RS PKU Muhammadiyah Wonosobo. Sertifikasi yang berlangsung selama satu hari tersebut menjadi suatu momen penuh pengharapan dan doa dari seluruh insan RS PKU Muhammadiyah Wonosobo atas apa yang diikhtiarkan demi mencapai visi utama untuk menjadi Rumah Sakit Syariah Terpadu yang turut bertanggung jawab guna mewujudkan masyarakat utama yang diridhoi oleh Allah SWT.